englishvit.com - Kamu harus tahu nih rumus kalimat conditional sentence dan contohnya agar kamu tidak bingung lagi kapan harus menggunakannya.

Terdapat 3 tipe conditional sentence dalam bahasa Inggris. Masing-masing menyatakan probabilitas yang berbeda terhadap suatu kejadian yang mungkin akan terjadi.

Penting mengetahui penggunaan dari setiap tipe conditional sentences karena fungsinya berbeda. Perhatikanlah verb yang digunakan dalam tiap tipe karena tenses-nya berbeda.

Mari kita bahas 3 tipe conditional sentence lebih detail.

How to Use First Conditional Sentences

First conditional sentence digunakan untuk menyatakan situasi dimana suatu aksi mungkin terjadi di masa depan dengan syarat “if-clause”-nya terpenuhi. Perhatikan contoh di bawah ini:

If I go out, I will a newspaper.

If you do not study, you’ll not pass your exam.

Ingatlah bahwa kita gunakan simple present pada if-clause dan simple future pada main clause. Kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu aksi yang mungkin terjadi di masa depan. 

How to Use Second Conditional Sentences

Second conditional sentence digunakan bilamana sebuah keinginan berlawanan dengan fakta saat ini atau yang akan datang. Bahasa sederhananya adalah pengandaian yang tidak mungkin terwujud pada saat ini. Perhatikan contoh berikut ini:

If he had a lot of money, he would travel to the moon.

If I had the right tools, I might repair the car.

Perhatikan bahwa cara yang benar untuk membentuk second conditional sentence adalah dengan menggunakan simple past tense pada if-clause, dan sebuah auxiliary modal verb (e.g., could, should, would, might) pada main clause (yang menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak mungkin terjadi). 

How to Use Third Conditional Sentences

Third conditional sentence digunakan untuk menjelaskan bahwa keadaan saat ini mungkin saja berbeda jika hal berbeda terjadi di masa lampau. Perhatikan contoh berikut:

If I had taken the exam, I might have passed it.

If you hadn’t missed your bus, you wouldn’t have been late for school.

Kalimat tersebut menyatakan kondisi dimana suatu kejadian cukup mungkin terjadi, namun faktanya tidak benar-benar terjadi di masa lampau. Subjek pada kalimat pertama sebenarnya bisa “lulus ujian (passing the exam)”, tapi faktanya tidak. Seperti kalimat pertama, subjek pada kalimat kedua mempunyai kesempatan untuk “tidak terlambat (not being late)”, tapi nyatanya ia tak melakukannya. Semua kondisi di atas mungkin terjadi, tapi sayangnya tidak terjadi.

Ingatlah saat menggunakan third conditional, gunakan past perfect (i.e., had + past participle) pada if-clause. Modal auxiliary (would, could, shoud, etc.) + have + past participle pada main clause menyatakan situasi yang mungkin terjadi ( could have happened).

Ingatlah saat menggunakan third conditional, gunakan past perfect (i.e., had + past participle) pada if-clause. Modal auxiliary (would, could, shoud, etc.) + have + past participle pada main clause menyatakan situasi yang mungkin terjadi ( could have happened).

Itulah tadi penjelasan tentang conditional sentence (kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris) berikut fungsi dan contohnya.

Kalau kamu ingin mempelajari materi tersebut dengan lebih mendalam dan detail, kamu WAJIB join kelas ENGLISH FOR INTERMEDIATE! Kelas ini ditujukan bagi kamu yang sudah memiliki basic English dan ingin meningkatkan kefasihan dalam berbahasa Inggris di level lanjutan. 

Kamu akan dibimbing untuk mengembangkan speaking dengan berbagai macam topik pembahasan, memperkaya kosakata mu, dan menganalisis pola grammar dalam sebuah bacaan sehingga kamu dijamin akan jauh lebih baik dalam menulis maupun berbicara dalam bahasa Inggris. Kalau kamu tertarik dan ingin langsung daftar kelasnya, KLIK DI SINI ya! Untuk pertanyaan seputar materi tersebut, silahkan tulis di kolom komentar ya!